
Komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals kembali diwujudkan melalui langkah nyata di wilayah timur Indonesia. Dr. Daniel, M.Sc., peneliti dari Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) memperoleh hibah internasional dari Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) Jepang untuk melakukan penelitian terkait penggunaan Klorinasi untuk air minum aman pedesaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini bekerja sama dengan LSM Way Mitra Indonesia / WMI (disebut juga Water Mission) yang berasal dari Amerika Serikat.





Herd immunity menjadi salah satu target pemerintah Indonesia dalam upaya penanggulangan COVID-19. Program vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Sikap terhadap vaksin di masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan program. Sudah 2 tahun sejak pemerintah melaksanakan program vaksinasi ini, namun, hingga saat ini masih terjadi pro dan kontra diantara masyarakat Indonesia terhadap vaksin COVID-19 yang membuat pelaksanaan program menjadi kurang maksimal. Beberapa provinsi di Indonesia memiliki cakupan vaksin yang masih di bawah target.
Rokok merupakan bentuk kekerasan terhadap anak karena mengganggu kesehatan anak, sehingga anak yang merokok adalah korban. Indonesia sudah meratifikasi konvensi hak anak (KHA) bahwa anak berhak menikmati status kesehatan tertinggi maka orangtua bertanggung jawab menjaga kesehatan anak, termasuk dengan mencegah anak menjadi perokok dan mengupayakan anak yang merokok untuk berhenti. Indonesia memiliki target menurunkan prevalensi perokok anak dari 9,1% ke 8,7% pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024. Lalu bagaimana pencapaian penurunan prevalensi perokok anak tersebut?
Peran rumah sakit dalam upaya promotif dan preventif dilakukan melalui Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). PKRS menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan literasi kesehatan kepada sasarannya, meliputi pasien, keluarga pasien, sumber daya manusia di rumah sakit, pengunjung rumah sakit dan masyarakat yang berada di sekitar rumah sakit. Berdasarkan penilaian kebutuhan di tiga rumah sakit, yaitu RSUP Dr. Sardjito, RS Akademik UGM dan RSUD Sleman, pelaksanaan PKRS menghadapi beberapa tantangan. Tantangan tersebut diantaranya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) secara jumlah dan kemampuan dalam mengembangkan media digital untuk PKRS. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gadjah Mada mengembangkan workshop penguatan kapasitas untuk tenaga pelaksana rumah sakit sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat. Workshop penguatan kapasitas untuk tenaga pelaksana PKRS dilaksanakan selama dua hari.