Bayangkan kamu sedang masuk ke ruang pemeriksaan dengan keluhan gawat darurat. Lantas dokter dan perawat harus bergerak cepat mengambil tindakan medis demi memberikan pelayanan cepat. Namun di saat yang sama, ada belasan kolom data digital dan lembar persetujuan yang menuntut untuk segera diisi saat itu juga.
Bagi Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faskes), baik rumah sakit maupun puskesmas, digitalisasi kesehatan rasanya seperti pisau bermata dua. Data klinis adalah komponen penting untuk meningkatkan mutu layanan dan menjaga keselamatan pasien. Namun, di sisi lain, tumpukan prosedur pencatatan berpotensi menjadi beban administrasi yang memicu kelelahan, bisa disebut digital burnout, bagi para tenaga kesehatan (nakes). read more