Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK Universitas Gadjah Mada turut berperan dalam mendorong dan mendampingi inisiatif Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas sebagai bagian dari upaya penguatan promosi kesehatan berbasis komunitas. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat, tetapi juga pada penguatan kapasitas komunitas untuk mengadvokasi kebutuhan program kesehatan agar mendapatkan dukungan kebijakan dan alokasi anggaran dari pemerintah daerah.
Salah satu ruang strategis untuk menyuarakan kebutuhan adalah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), yaitu forum perencanaan pembangunan yang melibatkan masyarakat dalam menyampaikan usulan program dari tingkat RW, kelurahan, kecamatan hingga daerah. Melalui Musrenbang, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengusulkan program kesehatan yang relevan dengan kebutuhan lokal, termasuk program Kampung Sehat yang berfokus pada pencegahan penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas.
Dalam rangka memperkuat kapasitas advokasi masyarakat, Jaringan Kampung Sehat Nasional yang diinisiasi oleh FAKTA Indonesia menyelenggarakan diskusi daring bertajuk “Strategi Advokasi Anggaran Kampung Sehat dalam Musrenbang.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 13.00 WIB melalui Zoom Meeting, dan diikuti oleh berbagai penggerak komunitas kampung sehat dari berbagai daerah di Indonesia. Diskusi menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman dalam advokasi kebijakan, yaitu Dr. Endang Kartika W., SKM., MM. selaku Camat Jatinegara, Shoim Sahriyati, ST. selaku Ketua Pengurus Yayasan KAKAK, serta Dr. Azas Tigor Nainggolan, S.H., M.Si., M.H..dari Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia. Ketiga narasumber berbagi pengalaman mengenai strategi dan praktik baik dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, khususnya dalam mengadvokasi program kesehatan berbasis komunitas agar dapat memperoleh dukungan kebijakan dan pendanaan dari pemerintah daerah.

Dalam kegiatan ini, Kampung Sehat Jogja turut berpartisipasi sebagai bagian dari Jaringan Kampung Sehat Nasional. Perwakilan dari Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM yang terlibat dalam kegiatan adalah Tutik Istiyani, S.Sos. dan Nia Lestari Muqarohmah, yang selama ini aktif dalam kegiatan pendampingan dan penguatan promosi kesehatan berbasis komunitas di Yogyakarta. Dalam sesi diskusi, perwakilan dari Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan menyampaikan pengalamannya bagaimana dulu mendampingi masyarakat hingga mengawal program Rumah Bebas Asap Rokok masuk sebagai program pemerintah daerah Kota Yogyakarta dan mendapatkan pendanaan melalui puskesmas – puskesmas untuk keberlanjutannya.
Melalui diskusi yang dilakukan, peserta diharapkan dapat memahami langkah-langkah strategis dalam melakukan advokasi program di Musrenbang, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat, menyusun usulan program berbasis data, hingga bergerak membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun pemerintah daerah. Dengan strategi advokasi yang tepat, masyarakat dapat berperan lebih aktif dalam mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan pendanaan bagi program Kampung Sehat di wilayah masing-masing. Upaya ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Melalui kolaborasi antara komunitas, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah, program Kampung Sehat diharapkan dapat berkembang sebagai model pembangunan kesehatan berbasis komunitas yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.