
Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menggelar 1st Workshop U’Good Research Consortium. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi antar anggota konsorsium mengenai konsep, metode, dan arah penelitian yang berjudul “Redefining RWB to Bolster Resilience and Collective Action in Climate Change in Indonesian Youth.”
Workshop yang dilaksanakan pada 9 Januari 2026 di Yogyakarta ini mempertemukan para peneliti utama dan koordinator lapangan dari tiga universitas: UGM, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Udayana (UNUD). Acara ini dihadiri oleh Ketua Peneliti Dr. Daniel, Sc. dari UGM bersama tim yang terdiri atas Ragil Suciningsih, S.Tr.Kes., MPH., Tutik Istiyani, S.Sos dan Riyanti Setyaningsih, SE. Hadir pula Anindrya Nastiti, Ph.D. bersama tim dari ITB, serta Ni Made Utami Dwipayanti, ST., M.BEnv., Ph.D. bersama tim dari UNUD. Dukungan kolaboratif juga datang dari mitra NGO kepemudaan Kolaborasi Bumi dan SPEAK Indonesia.
Dalam sesi pembuka, Dr. Daniel memperkenalkan gambaran besar riset, meliputi tujuan utama, kerangka teori, serta lini masa kerja selama tiga tahun ke depan. Ia juga membahas aspek manajemen riset, seperti rancangan perjanjian kerja sama, mekanisme keuangan lintas lembaga, dan skema beasiswa peneliti muda yang akan mendukung pelaksanaan program.
Sesi selanjutnya, Anindrya Nastiti, Ph.D. dan tim ITB memaparkan pendalaman konsep Kesejahteraan Relasional atau Relational Wellbeing (RWB). Konsep ini diperkenalkan sebagai kerangka kerja baru untuk memahami kesejahteraan manusia, tidak hanya dari sisi individu atau materi, tetapi dari interaksi kompleks antara manusia dengan lingkungannya, khususnya dalam konteks menghadapi risiko perubahan iklim. Sesi ini berlangsung interaktif dengan diskusi tanya jawab yang mendalam, memastikan seluruh peserta konsorsium memiliki pemahaman dan persepsi yang selaras.
Pada sesi metodologi, Ni Made Utami Dwipayanti, ST., M.BEnv., PhD. memaparkan penerapan metode Participatory Action Research (PAR) dalam konteks penelitian RWB dan perubahan iklim pada remaja. Tim UNUD memperkenalkan metode-metode kreatif yang dirancang khusus untuk menangkap dimensi relasional remaja. Kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok kerja berdasarkan lokasi penelitian untuk menyusun strategi teknis, termasuk penentuan lokasi spesifik dan sasaran partisipan.
Penelitian ini berfokus pada upaya mendefinisikan ulang makna RWB di kalangan remaja Indonesia dengan menggali nilai-nilai budaya serta persepsi mereka terhadap perubahan iklim. Isu ini menjadi semakin mendesak karena dampak iklim tidak hanya bersifat fisik, seperti penyakit akibat panas atau trauma bencana, tetapi juga berdampak psikologis, termasuk munculnya eco-anxiety dan stres akibat ketidakpastian masa depan. Remaja dari kelompok rentan sering kali menjadi pihak yang paling terdampak, namun memiliki akses pemulihan yang terbatas.
Melalui workshop yang dilakukan, penelitian diharapkan dapat berjalan efektif untuk mengisi celah pengetahuan mengenai hubungan antara RWB dan perilaku adaptasi iklim, serta mendefinisikan ulang ketahanan remaja dari perspektif kekuatan hubungan sosial. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penanganan dampak kesehatan mental akibat iklim, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui fokus pada kelompok rentan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui strategi adaptasi berbasis komunitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas sektor antara universitas, NGO, dan mitra internasional. (Ragil Suciningsih)